Pesantren Darul Hikam Mojokerto

0321382951

Profil KH. Masruhan Choteb, M. A.

Ustadz Masruhan lahir 5 September 1969 di Nganjuk , Jawa Timur dari keluarga yang taat beragama, dari pasangan K.H. Choteb Affandi dan Nyai Hajjah Umi Hanik.

Mendapat Pendidikan Pesantren di PP. Hidayatul Mubtadiin Sanggrahan Nganjuk dan tamat pada tahun 1986 dan merangkap di SMPN dan MA Al Manar Prambon. Sempat kuliah di PTIQ Jakarta selama satu tahun.

Pada akhir tahun 1990 setelah menghafal Al Qur’an selama 9 bulan di bawah asuhan K.H. Hisyam Ihsan, beliau berhijrah ke Malaysia dan menjadi guru Tahfidz Al Qur’an dan Bahasa Arab di Ma’had Al Ummah , satu – satunya sekolah Menengah milik Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) saat itu selama 6 tahun.
Di tengah-tengah kesibukan sebagai Guru, beliau menekuni penulisan ilmiah dan artikelnya dimuat di surat kabar nasional, Utusan Malaysia dan Berita Harian. Buku pertamanya diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia dengan judul “Pembentukan Generasi Cemerlang” satu kupasan tafsir surah Luqman dalam kaitannya dengan falsafah pendidikan anak dalam Islam.
Memperoleh Master ushuluddin dalam bidang tafsir hadis dari Universiti Malaya pada tahun 2006 . Kini sebagai kandidat Doktor Falsafah pada Universitas yang sama.

Beliau juga menjadi pengajar tetap di Simply Islam Academy yang terletak di 152 Still Road Singapore 423991. Di samping menjadi pengajar tetap di sekolah tersebut, Abah Choteb, demikian sering disapa, memiliki kelas tetap di Masjid Sultan, dan menjabat sebagai Principal Scholar in Residence di Singapura.
Principal Scholar in Residence adalah sebuah jabatan untuk para ulama yang diakui oleh pemerintah setempat dalam mengajar atau menjadi rujukan lembaga resmi di Singapura.

Lebih dari 58 buku baik terjemahan maupun karya asli telah ditulisnya yang diterbitkan oleh beberapa penerbit terkenal di Kuala Lumpur dan Singapura dan buku-bukunya beredar di Malaysia , Singapura, Brunai, dan Jakarta.

Pada tahun 2004 ketika bertugas sebagai Imam besar di Masjid Aleem Siddiq Singapura, beliau mulai merintis membangun Pesantren di Tambaksuruh Mojokerto dan diberi nama Pondok Pesantren Darul Hikam dan baru dibuka secara resmi pada tahun 2010 dengan PAUD, TK, dan SD Tunas Harapan Bangsa Tahun 2011 membuka SMP Ungulan Harapan Bangsa dan SMA Unggulan Harapan Ummat dengan konsep “Boarding School” berbasis pendidikan pesantren dengan visi ‘Melahirkan Generasi Qur’ani , berjiwa Kebangsaan dan berwawasan Global’.

Berbagai sekolah, Maa’had dan Universitas yang telah dijalin kerjasamanya adalah meliputi Singapura, Malaysia, Yaman, Jordan dan Mesir.
Pada tahun 2018, ayah dari delapan anak ini mendirikan Pesantren Darul Hikam Tahfidz Quran putri yang berjarak lima belas menit dari pesantren Darul Hikam reguler. Fokusnya adalah menciptakan wanita generasi qurani.

 

Leave a Comment