
Bayangkan sejenak. Di sebuah pagi yang sejuk di Pondok Pesantren Tahfidz Darul Hikam, Dusun Tambaksuruh, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, terdengar suara merdu ayat-ayat suci Al-Qur’an yang mengalun dari ruang hafalan. Namun, beberapa saat kemudian, suara itu berbaur dengan suara lain yang tak kalah membangkitkan semangat: degup kaki yang berlari, helaan napas teratur, dan gemerincing palang besi yang terguncang.
Di sanalah, di sebuah lahan yang baru saja berubah wujud, para santri mulai menggoreskan sejarah baru. Bukan hanya sejarah menghafal 30 juz, tetapi sejarah mempersiapkan diri menjadi calon prajurit TNI. Semua itu berkat hadirnya Sarana Olahraga Garjas B, sebuah fasilitas fisik standar militer yang dibangun langsung oleh Kodim 0815/Mojokerto bersama para santri.
Bukan Sekadar Bangunan Fisik, Tapi Jembatan Mimpi
Kisah ini bermula dari sebuah kegelisahan yang mulia. Kodim 0815/Mojokerto, sebagai ujung tombak pembinaan teritorial TNI di wilayahnya, tidak pernah berhenti berpikir bagaimana caranya menyentuh langsung generasi muda. Mereka tahu, banyak santri di Mojokerto memiliki jiwa keprajuritan yang membara, tetapi terhambat oleh satu hal: minimnya fasilitas latihan fisik yang sesuai standar TNI.
Maka, pilihan jatuh pada Pondok Pesantren Tahfidz Darul Hikam. Pesantren yang dikenal mencetak para penghafal Al-Qur’an ini dinilai memiliki potensi besar untuk melahirkan calon-calon prajurit yang tangguh, baik secara spiritual maupun fisik. “Kami ingin memberikan ruang dan fasilitas bagi para santri untuk berlatih fisik sesuai standar Garjas TNI,” ujar Kapten Inf Budiono, Pasiter Kodim 0815/Mojokerto, saat ditemui di lokasi pembangunan.
Gotong Royong yang Menyatukan Dua Dunia
Yang membuat proyek ini istimewa bukan hanya hasil akhirnya, tetapi prosesnya. Pembangunan sarana Garjas B ini tidak dilakukan oleh kontraktor atau pekerja bangunan profesional. Sebaliknya, selama tiga hari penuh, mulai tanggal 20 hingga 22 April 2026, personel Koramil 0815/04 Puri bahu-membahu dengan para santri. Mereka bersama-sama mengaduk semen, menuang cor, merangkai besi, hingga memasang palang pull up.
Ini bukan sekadar kerja bakti. Ini adalah perjumpaan dua dunia: dunia militer yang dikenal disiplin dan keras, serta dunia pesantren yang dikenal teduh dan istiqomah. Dalam setiap cangkul yang digerakkan dan setiap ember cor yang diangkat, terjadi transfer nilai yang tak kasat mata. Para santri belajar tentang ketelitian, kerjasama tim, dan kerja keras tanpa pamrih. Para personel TNI pun merasakan langsung kehangatan dan kesederhanaan kehidupan pesantren.
Apa yang mereka bangun? Bukanlah fasilitas yang rumit, tetapi sangat esensial. Sebuah Sarana Garjas B yang lengkap dengan:
– Palang pull up untuk menguatkan lengan dan punggung,
– Area push up dan sit up untuk melatih kekuatan inti tubuh,
– Lintasan shuttle run untuk mengasah kelincahan dan kecepatan.
Kini, setelah rampung 100 persen, fasilitas ini berdiri kokoh, siap menjadi saksi bisu ribuan tetes keringat para santri yang bercita-cita menyandang loreng.
Sekarang, para santri memiliki tempat untuk menguji kemampuan fisik mereka: pull up yang menguatkan lengan, push up yang menguatkan dada, shuttle run yang mengasah kelincahan. “Kami ingin mereka siap fisik dan mental,” tegas Kapten Inf Budiono. Garjas B adalah jawaban nyata TNI untuk melahirkan santri tangguh, sehat, dan siap mengabdi.
Di akhir nanti, mungkin akan ada santri yang berhasil lolos seleksi TNI. Dia akan melangkahkan kaki ke pusat pendidikan militer dengan kepala tegak, membawa dua bekal: hafalan surat-surat pendek yang melekat di dadanya, dan kenangan kerasnya latihan pull up di Garjas B yang dibangun oleh tangan-tangan kakak-kakak TNI dan teman-teman sepesantrennya.
Dia adalah bukti hidup bahwa corak santri dan loreng prajurit bisa menyatu dengan indah. Dia adalah anak bangsa yang sehat, tangguh, dan siap mengabdi. Dan semua itu berawal dari sebuah proyek kecil di Mojokerto: sebuah lahan, beberapa palang besi, dan niat tulus untuk membuka jalan.
Kodim 0815/Mojokerto: Mengabdi untuk Negeri, Membangun dari Pesantren.





