Abah Yai Masruhan Disambut Hangat oleh Alumni di Mesir

Kairo – Kedatangan Abah Yai Masruhan ke Mesir disambut dengan antusias oleh para alumni pondok pesantren yang menetap di sana. Sejak penjemputan di bandara hingga mengantar ke tempat menginap, suasana penuh haru dan kebersamaan terasa begitu kuat. Tidak lama setelah tiba, Abah Yai meminta para alumni, khususnya yang perempuan, untuk tidak langsung pulang karena beliau ingin mengadakan obrolan santai dan makan bersama hingga larut malam.

Hari pertama ditutup dengan kehangatan dan nostalgia, sementara keesokan harinya yang bertepatan dengan hari Jumat, rombongan memilih Masjid Al-Azhar sebagai tempat sholat. “Kesempatan langka bisa sholat Jumat bersama Abah di Masjid Al-Azhar,” ujar salah satu alumni. Setelah itu, mereka menikmati makan siang di restoran Indonesia, lalu malam harinya kembali berkumpul untuk acara silaturahmi dan tausiyah bersama.

Hari-hari berikutnya diisi dengan wirid subuh berjamaah, sarapan bersama, dan momen memasak para alumni laki-laki yang tinggal di penginapan. “Alhamdulillah, Abah selalu mengapresiasi masakan kami,” ujar salah satu dari mereka. Tak hanya itu, ziarah ke Masjid Al-Aqmar dan kunjungan ke kediaman Syekh Hilmi menjadi agenda penting di hari kedua.

Ziarah malam ke makam Syekh Sholeh Ja’fari dan pagi spiritual di Masjid Al-Hussein memperdalam makna kunjungan ini. Bahkan, rombongan menyempatkan diri untuk berziarah ke ulama-ulama besar di Alexandria seperti Sidi Abu Abbas Al-Mursi, Imam Al-Bushiri, dan Ibnu Athoillah As-Sakandari.

Meski ada perubahan mendadak pada jadwal kepulangan Abah Yai, para alumni tetap sempat mengantar beliau sowan ke KH Muhlason Jalaludin, Rais Syuriah PCINU Mesir, yang masih memiliki hubungan darah dengan Abah. Suasana haru mengiringi keberangkatan beliau kembali ke Indonesia dari Bandara Internasional Kairo.

Leave a Comment